Poetry

Rindu

Rasanya Tulang belulangku melepaskan penopangnya Jiwa melayang tanpa arah di udara Kalbu tenggelam hingga tak lagi terasa Sadarkah kau akan apa yang terjadi? Kala Kau membuka mata di pagi hari Waktu memberi spasi memori Nurani ingatkan akan lemahnya diri Disanalah—di sebuah frekuensi maya, khayal ini akan beradu nyata.   Raden Prisya – 28/09/17, 06:51 PM

More