3 Malam di Samawa Seaside Cottages – Sumbawa

Harap-harap cemas adalah yang saya rasakan waktu pertama kali Geng Cafe – sahabat-sahabat Ibu saya yang kini sudah menjadi keluarga dan kerap traveling bersama – mengumumkan bahwa destinasi selanjutnya adalah Sumbawa, kota di Nusa Tenggara Barat. Selain Pulau Jawa, portofolio saya menjelajah Indonesia tak lebih dari Bali. Payah, ya? Jujur, saya tak pernah membayangkan membawa anak-anak saya ke tempat selain yang pernah saya jelajahi sebelumnya. Namun karena kami akan berangkat 32 orang dalam satu rombongan nanti, saya mencoba menghela nafas dan meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.

Sebelum berangkat, kami membekali diri kami dengan berbagai peralatan renang dan juga floaties – semua kami dapatkan di Tokopedia dan juga Decathlon Indonesia. Sedikit informasi yang saya dapatkan waktu itu; pertama, kami akan menginap di Samawa Seaside Cottage, dan kedua, kami akan mengunjungi Pulau Bedil, Pulau Keramat dan Pulau Moyo.

And as you continue reading, jangan lupa untuk cek vlog-nya for a full experience of this story, ya!

 

Hari Pertama

Seminggu sebelum hari H, saya baru mengetahui bahwa flight kami adalah pukul 05:50 pagi, sehingga kami harus memboyong anak-anak di pukul 03:00 dini hari dari rumah. Lagi-lagi dengan harap-harap cemas, saya bertanya pada teman-teman melalui instastory cara mereka membawa anak untuk traveling dini hari. Ternyata jawabannya, “Mandikan malam hari sebelum tidur, pakaikan baju tidur yang bagus, dan boyong mereka di saat tidur.”

Works for me? Not really! Semuanya bangun pada saat saya letakkan di car seat. Bangun, tanpa menangis. Yang ada wajah mereka sumringah dan happy berat. Sekian hari sebelumnya, saya telah memberikan pijakan pada mereka mengenai perjalanan ini. Semua urutan kegiatan, lengkap hingga jam-jam dan aturan. Namun rupanya itu semua malah membuat mereka sangat excited dan akhirnya super senang saat saya letakkan di mobil untuk menuju ke airport.

Processed with VSCO with g3 preset

Jam 4 lewat, kami tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan menemui rombongan besar kami. Melalui transit satu kali di Lombok Praya, kami menuju Sumbawa dengan pesawat ATR Garuda Indonesia, dan tiba di Sumbawa sekitar pukul 11:00 siang. Total perjalanan? Kira-kira 5 jam kurang.

Capek? Tentu saja. Atharjahja anak pertama saya, sempat tantrum di perjalanan ke Sumbawa dari Lombok karena kelelahan. Ia sangat mengantuk karena sudah bangun dari jam 3 pagi, namun tak dapat tidur saking hepinya.

Bersyukur, saya bepergian bersama teman yang sudah menjadi keluarga bagi saya. Mereka semua membantu saya membuat Athar lebih nyaman dan tenang tanpa bersikap judgemental, sesuatu yang membuat saya merasa sangat terdukung membawa mereka serta.

Processed with VSCO with g3 preset

Sesampainya di Sumbawa, kami membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk mencapai Samawa Seaside Cottages; tempat menginap rombongan kami. Lokasi tersebut merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari 13 cottage, dilengkapi dive center, restoran, dan juga kolam renang. Jauh? Lumayan lah ya, dan jangan sedih – hampir tidak ada sinyal telpon. Satu kompleks tersebut di booking khusus untuk rombongan kami selama 3 malam.

Kami disuguhi buffet lunch khas Indonesia yang sungguh enak, at least sambalnya mantap sekali. Dan tak butuh waktu lama sebelum kami bisa check in ke cottage kami, sebuah rumah dengan satu kamar yang berbentuk seperti bungalow (cek vlog untuk tur ke kamar kami, ya!). Beruntungnya saya, mendapat cottage persis di sebelah kolam renang. Pemandangan kami langsung menghadap pantai, sangat indah dan membuat saya content. 

Processed with VSCO with g3 preset

Content bener – apalagi ga ada sinyal! But I must admit, rasanya nyaman sekali ternyata.

Hari pertama cukup membuat kami sekeluarga encok (talking about bringing 2 super-active toddlers on a 6-hour-with-a-transit-trip-that-starts-at-3am, yes?). Sehingga kami sudah tidur pada (bahkan) jam 18:30 malam!

 

Hari Kedua: Labuhan Pade – Pulau Bedil

Di hari kedua, kami telah bersiap semenjak pukul 08:00 pagi untuk berangkat menuju Labuhan Pade, semacam pelabuhan tempat kami naik kapal boat ke Pulau Bedil. Namun tak lupa sebelum berangkat — group photo dulu, dong!

Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Pihak Samawa Seaside Cottages mengatur semua jadwal perjalanan, termasuk fasilitas dan transportasi kami. Jarak dari penginapan menuju ke Labuhan Pade terbilang cukup jauh, sekitar 2 jam. Namun kedua anak kami tertidur pulas.

Sesampainya di Labuhan Pade, kami langsung menuju lokasi pelabuhan dan memakai pelampung yang kebetulan juga disiapkan oleh pihak Samawa. Untuk Athar dan Bhamas sendiri, kami membawa pelampung khusus anak dari Jakarta yang kami beli di Decathlon Indonesia. Buat teman-teman yang sedang cari pelampung – trust me on this ­– pelampungnya sukses berat!

Processed with VSCO with g3 presetProcessed with VSCO with g3 presetProcessed with VSCO with g3 presetProcessed with VSCO with g3 preset

Melihat kapal boat berukuran cimit yang kami naiki,mata Athar dan Bhamas sungguh berbinar-binar. Bahkan saat si pembawa kapal berkata, “Maaf nih Bu, anginnya lagi gede banget, jadi pasti baju yang dipakai basah semua, ya!”

Bukannya jiper karena angin kencang, malah tambah semangat kedua bocah itu naik kapal.

Dan benar adanya, it was one bumpy ride indeed. Percikan ombak membasahi seluruh tubuh, bahkan sampai ke mata. Heboh. Athar dan Bhamas tertawa-tawa, meski matanya merem karena perih ;D

Processed with VSCO with g3 preset

Sesampainya di Pulau Bedil, it was one of a heavenly sight indeed. Indonesia memang luar biasa ya, ternyata. Jujur, saya nggak kebayang seperti apa indahnya Sumba, atau Labuan Bajo – ini saja untuk saya sudah luar biasa.

Melihat Pulau Bedil, saya berjanji pada diri saya bahwa kami sekeluarga akan menjelajah lebih banyak lagi tempat di Indonesia yang amat sangat kaya ini.

Kami memulai dengan duduk-duduk saya di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan. Anak-anak mengeluarkan camilan, dan ikut saya bengong. Ternyata, bisa juga mereka melihat pemandangan sambil bengong! Nafas banget Emaknya! Apalagi saat jagung rebus Sumbawa dikeluarkan – asli, ya, saya baru tahu kalau Jagung Sumbawa itu enak banget. 

Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Processed with VSCO with g3 preset

Sekitar 2 jam menghabiskan waktu di Pulau Bedil (teteup, jangan lupa bawa cetakan pasir dan sekop-sekopan, ya! Kalau Athar dan Bhamas, juga nggak boleh absen bawa mobil-mobilan), kami bergegas kembali ke Labuhan Pade untuk menuju ke penginapan.

Dan ya, Athar dan Bhamas kembali tidur sepanjang perjalanan pulang 😀

PS: Malamnya kami dinner sebelum bagi-bagi doorprize sambil bikin ceremony ala-ala – everybody was dancing including the kids and it was so much fun! Scenes are on the vlog 🙂

 

Hari Ketiga: Ngaso Aja di Penginapan

Sejak awal, kami telah diinformasikan oleh rombongan bahwa anak-anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak ikut ke Pulau Moyo. Destinasi utama disana adalah Air Terjun Mata Jitu, yang ternyata membutuhkan perjalanan dengan ojek sekitar 30 menit dari tempat berlabuh di Pulau Moyo. Sedih sih, tapi kalau dipikir-pikir anak-anak memang sudah lelah sekali. Mereka super excited dan sehari-hari bawaannya pengen explore melulu. Jadi rasanya cukup tepat, ada satu hari istirahat sebelum besok kembali melakukan perjalanan ke Jakarta.

Processed with VSCO with g3 preset

Terus, mau ngapain dong, ya?

Akhirnya saya dan rombongan orang tua lain yang membawa krucil sepakat untuk main dan renang-renang saja di Cottage. Dan hey! Ternyata, hari ini masseuse di Spa-nya datang! Maklum ya, karena di pedalaman, Spa-nya harus nungguin orangnya datang dulu ;D Akhirnya kami semua buru-buru membuat antrian di pagi hari, sambil menunggu giliran jam berapa kami bisa pijet. Saya sendiri, ganti-gantian dengan suami. Sebetulnya Spa-nya nggak neko-neko, traditional massage aja selama 1 jam. Tapi kok enak banget, ya? Jujur saya nggak tahu apakah karena beneran enak, atau karena saya lagi encok ;D But then for however it is, the massage was exceptional!

Processed with VSCO with g3 preset

Malamnya, kami melakukan makan malam yang lebih spesial dengan barbecue, ditambah lagi memanggil organ tunggal (oh well, the grandparents did that).

 

Hari Keempat: Back To Jakarta

Tidak seperti  hari pertama yang mewajibkan kami berangkat ke bandara pukul 3 pagi, hari itu kami bisa agak santai. Ditambah lagi dengan hujan deras dan angin yang tetiba mengguyur cottage – sesuatu yang membuat kami sangat bersyukur akan teriknya matahari pada saat kami berada di sana sebelumnya. Athar dan Bhamas sepertinya sudah adem, sudah tahu bahwa kami akan pulang dan tidak overexcited seperti sebelumnya. Mereka bisa mengikuti urutan dan aturan yang sudah saya sampaikan pada pijakan awal sebelum berangkat, dan kami semua bisa melakukan perjalanan dengan nyaman hingga ke Jakarta.

Processed with VSCO with g3 preset

Well, moral of the story is? Membiasakan anak bepergian bersama rombongan tidak akan mudah bagi kita semua, pada awalnya. Namun adaptasi yang akhirnya dilakukan oleh Athar dan Bhamas saat perjalanan kami ke Sumbawa begitu membekas, sampai saya merasa jauh lebih mudah membawa mereka kemana-mana hingga saat ini di Jakarta. Mengikuti jadwal perjalanan yang tak selalu sesuai dengan keinginan mereka, juga kewajiban menunggu anggota kelompok yang lain, it was an exceptional skill to teach to your children.

Beberapa hal penting yang bisa memudahkan:

  • Pijakan, pijakan, pijakan! Selalu berikan urutan dan aturan kegiatan secara mendetail kepada anak, sampaikan dengan kalimat yang mudah dan tidak bertele-tele. Ini akan membuat mereka merasa ‘terlibat’ dan lebih mau mengikuti urutan kegiatan kelompok dan rombongan besar yang mau nggak mau mewajibkan setiap anggotanya untuk tunggu-tungguan.
  • Camilan, camilan, camilan! Sungguh, bagi kami, camilan adalah penyelamat. Pilih yang fulfilling dan tidak mengandung banyak gula atau garam. Buah? Boleh, tapi pilih yang tidak mudah teroksidasi, ya. Rekomendasi kami adalah biskuit Belvita atau Sari Gandum yang kaya serat dan karbohidrat kompleks. Atau bila teman-teman ingin memberi mereka treat lebih, Koko Krunch yang berbentuk bar bisa menjadi pilihan. Dan satu lagi, jangan sampai kehabisan susu, ya! Athar sendiri sudah tidak minum susu kotak, lebih ke adiknya yang harus bawa Ultra Mimi kemana-mana.
  • Meski anak-anak masih kecil, selalu pastikan kita memiliki peralatan yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Pelampung, alat snorkeling, ban, semua harus sesuai dengan ukuran. Decathlon Indonesia banyak menjual peralatan-peralatan olahraga anak dengan harga relatif terjangkau.
  • Di daerah yang cukup isolated seperti tempat kami menginap, banyak sekali serangga aneh-aneh! Pastikan anak selalu menggunakan minyak telon atau apapun minyak pilihan teman-teman untuk mencegah gigitan nyamuk/serangga lain. Namun saat ‘nggak sengaja ketemu’ serangga yang bentuknya ‘ajaib’, jangan langsung treak, ya! Karena ini menjadi momen penting bagi anak-anak untuk belajar lingkungan yang tidak selalu mereka temui setiap hari. Contoh: Sempat dalam satu malam, kami tidur bersama dengan seekor tokek yang BERTENGGER di langit-langit cottage Atau saat saya tengah memandikan Bhamas dan ada seekor laba-laba yang ukurannya hampir sejengkal, dan malah membuatnya bernyanyi Itsy Bitsy Spider sambil kegirangan. Dan saya? SOK COOL AJHA SIS. Karena saya merasa mereka tidak akan bertemu hal-hal seperti itu di Jakarta! Yang penting diinformasikan ke anak, “Dibiarkan saja ya, binatangnya!”
  • Meski rasanya sulit, cobalah untuk mengajak anak terlibat dalam urusan packing, bersiap-siap, dan urusan domestik lainnya. Karena meski mengharuskan kita untuk ekstra sabar, ini bisa sangat mengurangi waktu bosan mereka yang biasanya akan melibatkan gadget. Kuncinya? Berikan lebih banyak waktu bagi mereka, artinya harus bangun lebih pagi, ya!
Processed with VSCO with g3 preset
Processed with VSCO with g3 preset

Demikian cerita kami selama di Sumbawa kemarin, don’t hesitate to send me DMs if you have any question! Semoga cerita liburan keluarga kami ini bermanfaat, yaa 😊

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s