What 2017 Has Taught Me: As a Woman, Mother, and Entrepreneur.

Beberapa hari lalu, Spotify mengejutkan saya dengan sebuah playlist yang merangkum tahun 2017 saya. Call me lame – tapi apabila ada 2 hal yang bisa membuat saya norak, mereka adalah: music, and memories. Dan ya, menulis ini di jam 2:25 dini hari karena mendapat inspirasi saat terbangun tengah malam, adalah karena melihat apa saja yang ada di dalam playlist tersebut. Sambil diselingi lagu yang mewarnai tahun yang hampir usai ini, yuk temani saya melakukan kilas balik 🙂

Manhattan – Richard Rogers, Vince Giordano and The Nighthawks, Nighthawks Orchestra

 

As a Woman

IMG_20171124_072024_014

Salah satu momen paling berkesan dalam hidup saya adalah sewaktu akhirnya mampu melepaskan diri dari Postpartum Depression, yang sempat berselang selama 4 tahun. Banyak yang bertanya pada saya, “Mosok sih PPD sampai 4 tahun?” Percayalah… based on my own experience, bisa sampai separah itu. Mungkin juga karena dalam 4 tahun itu saya melahirkan dan menyusui 2 anak, which means sebelum berhasil sembuh, saya sudah hamil lagi dan harus menyusui lagi #meh. Lengkapnya sempat saya tulis di blog HaloIbu, tepatnya ketika pertama kali saya berlibur sendirian tanpa anak dan suami ke Spanyol setahun lalu.

Kesembuhan saya seakan membuka banyak pintu. Pintu yang sebelumnya sudah berdiri tegak di sekitar saya, namun seperti tak kasat mata. Kesembuhan dari PPD membuat saya mengenal lagi diri saya, mengerti lagi apa yang saya inginkan, dan apa-apa saja yang ingin saya jalani. Untungnya, Matroishka is definitely one of them!

Selain melanjutkan venture yang saya jalani semenjak 2012 itu, 2017 juga mengajak saya untuk menjadi penulis (tepatnya, saya telah menyelesaikan sebuah buku prosa dan puisi). Saya juga sempat membantu Ibu saya menjalani bisnis kesehatan miliknya, bahkan berniat membuat perusahaan konsultan bersama suami saya, Adid Nugroho. Ide dan inspirasi yang begitu bertubi-tubi, membuat saya sangat percaya bahwa saya bisa melakukan apa saja, dan tentunya demi uang sekolah anak (tell me about it!), rasanya semua pengen dijalani, dong.

Namun… pada akhirnya datang sebuah momen dimana saya menyadari bahwa kini, saya nggak cuma seorang wanita. Saya adalah seorang Ibu, yang tak mungkin lagi hanya memikirkan diri sendiri. Ada 2 buntut yang tak pernah mampu lepas dari pikiran saya, even just for a second.

IMG_20171126_135902_217

 

As a Mother 

I bet, Mamah-Mamah di luar sana pasti pernah merasakan rasanya ‘meninggalkan’ kesempatan luar biasa dalam karir mereka, demi anak dan keluarga tercinta, dan dicela pula oleh lingkungan kita ;D Jadi perempuan itu lucu ya, Moms; society kita masih bingung dengan kondisi perempuan yang sekolah tinggi-tinggi, dan ujug-ujug hanya untuk ngurus anak, misalnya. But whoever does this, percayalah, you’ve done the right thing. Dan untuk yang masih menjalani karirnya, menurut saya kalian beruntung! Artinya kesempatan masih terus datang dan mendukung semua yang dibangun sejak awal, kan?

IMG_20171122_082810_348

Dalam kasus saya, semua kesempatan yang datang tadi akhirnya hanya ‘numpang lewat’ saja. Menulis? Meski literaturnya sudah selesai, ternyata saya nggak punya waktu untuk sekedar meeting dan diskusi lebih lanjut dengan desainer, publisher, dan lain-lain. Padahal saya sudah sempat kirim mini proposal ke Nike dan Miranti dari LivingLoving.net, bahkan sudah bikin jadwal bedah buku bersama mereka! Akhirnya, kurang lebih 200 halaman buku itu hanya ngendon saja di Macbook saya. Bisnis kesehatan Ibu saya yang kerap mengharuskan saya traveling hingga 1x sebulan dan meninggalkan anak-anak, dengan terpaksa saya tinggalkan. Salah satu kondisinya adalah karena saya tak lagi memiliki nanny, dan harus terus berada di rumah pada saat suami saya bekerja. Bisnis konsultan? Apalagi ;D Setelah berdiskusi keras dengan suami, kami sepakat untuk memiliki pekerjaan masing-masing saja, dan betul-betul menikmati keluarga kecil kami saat sedang bersama-sama. Rasanya ini adalah kondisi yang paling tepat, setidaknya untuk saat ini.

Intinya, prioritas utamanya adalah anak. Setuju?

 

As an Entrepreneur 

Sebelum sadar dengan peran saya sebagai Ibu, saya kira entrepreneur sejati itu adalah yang bisa ngerjain apa saja, yang mampu memanfaatkan semua sisi bakatnya dan mengolahnya menjadi uang. I thought… I thought…

IMG_20171120_154240_406

Tapi setelah menelaah peran saya sebagai diri sendiri dan juga sebagai Ibu, ternyata entrepreneur sejati itu adalah yang bisa menjaga pertumbuhan bisnis dan mampu me-manage tim dengan skill bervariasi. Kenapa Matroishka bisa terus berjalan? Karena #matroishkateam ada dalam sebuah frekuensi yang sama, berjalan bersama sebagai wanita karir sekaligus seorang Ibu. Kami saling mengerti kebutuhan satu sama lain, dan mampu saling mengisi saat yang lainnya kosong. Mustahil bagi seseorang untuk menjalani sebuah venture sendirian.

Saya pun meninggalkan semua mimpi-mimpi dan ide saya yang lain, dan memilih untuk fokus di satu venture ini saja, sesulit dan sebaik apapun keadaannya. Saya sadar, karena mengerjakannya dari hati, mau tidak mau Matroishka pun seakan bertumbuh bersama saya. Ingat sekali obrolan saya dengan Andra Alodita tentang bagaimana kita tidak bisa menghindari ‘growth and changes’ dalam diri kita; cara terbaik menghadapinya adalah dengan bersikap dinamis dan adaptable. Inilah yang akhirnya memberanikan diri saya merilis MatroishkaDaily, sister line dari Matroishka yang berisi koleksi non-menyusui – sesuatu yang saya harap dapat mewakili diri saya yang kini tak lagi menjalani dunia maternity. Athar telah berusia 5 tahun, dan Bhamas 3 tahun. Sebentar lagi mereka sudah SD, dan saya pun telah menjadi versi baru dari masa muda saya. Saat Matroishka menjadi dukungan bagi para Ibu baru yang takkan pernah saya tinggalkan, MatroishkaDaily akan menjadi ekspresi diri saya sesungguhnya.

IMG_20171203_104146_374

 

At the End of 2017 

Remembering The Sixties – George Duke

Ada 3 tahap saat menemui momen self-discovery: terbukanya pintu kesempatan, penentuan skala prioritas, dan memilih apa yang akhirnya dijalankan. Dan beruntungnya saya, semua bisa terjadi di tahun ini. Well pada akhirnya, I must admit that this year is one of my very best.

IMG_20171207_165458_530

Thank you 2017, I have finally found myself.

Teman-teman sendiri, what have you discovered best throughout this year?

6 Comments

  1. Jane Reggievia

    Hi Mba Prisya! Baru belakangan ini nemu blognya Mba dan ternyata sangat menginspirasi. Aku selalu kagum dengan sosok perempuan yang bisa merangkap berbagai peran. Tulisan ini mengingatkan aku untuk lebih bisa bersyukur dan bertanggungjawab dalam menjalani peran dalam hidup. Terus semangat, ya! (:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s