How To Be a More Put-Together Person

Merintis usaha dari nol, menghadapi postpartum depression, mencari jati diri yang sempat hilang, hingga gagal berbisnis–you name it! Namun setelah berbagai ups and downs tersebut terlewati, ada sebuah kesimpulan yang bisa saya bagi untuk teman-teman semua.

Pada akhirnya, yang kita inginkan hanyalah menjadi diri sendiri – a put-together person! 

So how will you find that better – more put-together version of you? Versi saya, berikut 6 cara sederhana yang bisa dilakukan:

 

Buatlah Rutinitas

Processed with VSCO with hb1 preset

Tentukan rutinitas harian yang bisa dijalani ‘di luar kepala’ setiap harinya. Urutan kegiatan yang konsisten akan membuat kerja otak kita lebih optimal, menghindari pikun, serta membuat semua hal yang berada di sekitar kita terorganisir dengan lebih baik. Contoh kecil: mandi selalu di jam sekian, makan di jam sekian, cuci muka dan before-bed routine selalu di jam sekian, dan sebagainya. Untuk saya sendiri, saya selalu memulai hari di pukul 05:00 diawal dengan ibadah, dilanjutkan mengantar sekolah, lalu ngantor hingga pukul 17:00. Setelah itu saya akan menjaga dan main bersama anak-anak hingga waktu tidur mereka. Rutinitas saya sendiri belum optimal – saya masih perlu menambah waktu olah raga!

Rencanakan Hari-Harimu

Processed with VSCO with hb1 preset

Setelah sudah settle dengan rutinitas, buatlah to-do list harian untuk memastikan hari-harimu produktif; goals yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. Batasi hingga 3 dahulu per hari, baru kemudian ditambah apabila dirasa bisa lebih lagi. Saya sendiri sekarang sudah bisa menyelesaikan 5-7 to-do list setiap hari. Ini biasanya yang berhubungan dengan pekerjaan di usaha yang tengah saya rintis.

Setelah terbiasa menyelesaikan to-do list harian, cobalah membuat long-term goals dan membaginya menjadi task list mingguan, dan bulanan. Pada akhirnya, kita akan bisa membuat yearly resolution yang terintegrasi dan nggak muluk-muluk!

Miliki Gaya yang Signature

Processed with VSCO with hb1 preset

Semua orang yang percaya diri dan bisa menerima karakter dirinya, pasti memiliki signature style yang sarat dengan kepribadiannya. Tidak perlu pusing dengan tren yang diminati saat ini; mulailah dengan mengamati apa yang hampir selalu kamu pakai. Lanjutkan dengan palet warna bajumu – apabila ternyata kamu menyukai monokrom, that’s okay! Just go on with that dan tidak perlu memaksakan diri untuk memakai warna pastel. Kalau mau lebih ‘niat’, buatlah inspiration board di Pinterest-mu dan jadikan panduan setiap kali mau belanja baju. Intinya, jadilah dirimu sendiri.

Jaga Silaturahmi dengan Orang-Orang yang Kamu Sayangi

Processed with VSCO with hb1 preset

Semakin kita grow up, semakin banyak urusan, semakin banyak waktu yang kita butuhkan untuk mengurus urusan masing-masing. Tapi, jangan lupa untuk memberi perhatian pada inner circle-mu – you know who they are! Terkadang whatsapp menyapa kabar pun cukup, tell them Hope you’re doing okay!” apabila tidak ada urusan mendesak. Jangan ragu untuk make time untuk obrolan yang lebih panjang, frequently. Saya sendiri selalu perlu obrolan berkualitas dengan sahabat-sahabat terdekat saya setidaknya seminggu sekali!

Pastikan Tempat Tinggal dan Kerjamu Rapi

img_20161127_070447

Lingkungan kita adalah cerminan dari pikiran kita. Jadi apabila bentuknya saat ini masih acakadul, jangan ragu untuk melakukan makeover, ya! Declutter dengan menyumbangkan barang-barang layak pakai yang sudah tidak kamu gunakan. Tata rapi dan ingat tempat penyimpanan masing-masing benda. Setelah itu, jangan ragu membeli satu-dua elemen dekoratif seperti tanaman atau pajangan yang cantik untuk membuat mood-mu lebih baik. Kalau di saya, yang tak pernah gagal adalah foto. Saya selalu memajang banyak foto keluarga dan orang tua di tempat tinggal dan kerja saya.

Percayalah – You Are Good Enough!

Processed with VSCO with s2 preset

Apapun yang kita lakukan, tidak akan berdampak baik bagi diri kita apabila kita tidak percaya diri. Self-esteem is a must! Percayalah bahwa kamu telah melakukan yang terbaik, dan tak kurang suatu apa dalam dirimu. Setiap orang memiliki jiwa dan karakter yang berbeda, dan kamu tidak perlu menyamakan dirimu dengan siapapun.

 

Saya sangat bersyukur apabila teman-teman sudah bisa menerapkan ini di dalam keseharian – karena saya sendiri butuh banyak momen titik balik sebelum akhirnya bisa mengerti esensi dari keenam hal diatas. Bagi yang sudah mencoba atau yang sudah menjalaninya, atau bahkan punya tambahan tips yang bisa membuat kita lebih put-together, jangan ragu untuk menulis di kolom komentar di bawah, ya!

 

Cheers,

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s