Toddler Travel: Itinerary 3 Malam di Singapore

Ada tiga kota yang saya anggap seperti ‘rumah kedua’ selain Jakarta. Tak serta merta sering atau lama menetap disana, hanya saja rasanya begitu nyaman dan familiar seketika menjejakkan kaki. Kedua kota itu adalah Singapura – literally where I grew up karena mendiang Ayah sempat berkantor disana, dan satu lagi tempat saya belajar setelah kuliah, London. Dan kedua kota itulah sasaran destinasi utama saya, seketika anak-anak sudah bisa mulai belajar traveling.

Dan alhamdulillah, kemarin saya dan keluarga berkesempatan jalan-jalan bersama ke Singapura, di saat Atharjahja dan Bhamaskaja sudah bisa berkomunikasi dan turut ‘menentukan’ itinerary kami. Semoga cerita 3 malam di Singapura ini bisa menjadi inspirasi teman-teman dalam mengajak keluarganya berlibur, ya!

 

 

First Day – Children’s Biennale di National Gallery Singapore

Saat melakukan perjalanan bersama anak-anak, saya selalu mengambil flight sekitar jam 9. Alasannya, karena kami bisa berangkat dari rumah pk. 06:30, waktu dimana mereka terbiasa berangkat ke sekolah setiap harinya. Sampai di bandara sekitar pk. 07:30, kami menyempatkan diri untuk sarapan – sementara saya dan bapaknya ngopi ;D Dengan datang jam segini pun, kami nggak perlu memburu-buru anak-anak karena itulah yang seringkali membuat mereka cranky. Karena menggunakan budget airline (I mean, why not? :D), saya membawa perkakas yang menjadi entertainer mereka selama di pesawat. Meski menghindari gadget dalam kehidupan sehari-hari, khusus di pesawat, saya menyediakan tab berisi film-film kesukaan mereka. Toh di pesawat non-budget pun mereka pasti akan bertemu TV dan game 🙂

Sesampai di Singapura, kami menuju ke AirBnb kami dan beristirahat sejenak. Dan tanpa berlama-lama, langsung menuju Children’s Biennale di National Gallery Singapore.

Themed “Dreams & Stories,” the first edition of Gallery Children’s Biennale invites the inner child in each of us to embark on a creative journey. Uncover the stories behind ten installations spread across the Gallery. To enrich your experience, pick up a Gallery Children’s Biennale Art Pack containing ideas for discussion and activities designed to enhance the appreciation of each artwork.

Setiap karya seni yang kami temui disana memberikan stimulasi dan reaksi yang unik pada Athar dan Bhamas. Ibaratnya seperti sensory play, namun dengan ukuran yang sangat besar!

Second Day – Singapore Zoo

Di kebun binatang wajib kunjung ini, kami memilih untuk membayar ekstra tram ride agar bisa menyusuri semua area tanpa merasa lelah. Tram tersebut akan berhenti di 4 bagian, dan bisa diturun-naiki tanpa batas sesuai keinginan. Anak-anak saya sangat kagum dengan Orangutan – *sudah jauh-jauh ke Singapore malah senengnya Orangutan ya ;D* mereka menghabiskan waktu hampir 30 menit hanya memandangi Mama Orangutan yang terbesar disana makan pisang. Hahaha!

Selain berkeliling, ada show-show yang berjalan di waktu-waktu tertentu. Kami memilih untuk menonton pertunjukan gajah, yang dimulai pada pk. 11:30. Show pertama biasanya dimulai sekitar pk. 11:00 sampai 12:00 – informasi lengkap bisa ditanyakan di konter tiket saat pertama masuk.

Karena Singapore Zoo berjarak cukup jauh dari perkotaan, kami memilih untuk bertandang hanya kesini saja di hari kedua, menghindari anak-anak kelelahan untuk keesokan harinya.

Third Day – Gardens By The Bay, Children’s Garden, dan East Coast Park

Hari ketiga, sehari sebelum pulang. Kami memilih untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang relatif dekat, tidak over-stimulating, namun tetap menarik. Dua destinasi terpilih adalah Gardens by The Bay di pagi hari, dan East Coast Park di sore hari.

Karena anak-anak tidak terlalu menyukai bunga, kami hanya memilih Cloud Forest dan Children’s Garden di Gardens By The Bay. Cloud Forest adalah hutan buatan dengan jalan setapak yang sangat unik; kami bisa menyusuri hutan buatan tersebut dari lantai 6 menuju ke dasar, dengan ramp yang dibentuk sedemikian rupa hingga kami dapat melihat dari dalam air terjun. Sedangkan Children’s Garden, mencakup berbagai playground anak yang cocok untuk segala usia. Playground yang tersedia terbagi menjadi 2: untuk anak usia 1-6 dan 6-12 tahun. Untuk Athar dan Bhamas yang berusia 3 dan 5, tersedia Water Play, Fish Fountain, dan Toddler Playground. Untuk ke Cloud Forest, kita harus membayar tiket. Sedangkan Children’s Garden, gratis.

Sempat pulang sejenak – namun bukan anak-anak namanya kalau dengan mudahnya kehabisan tenaga. Setelah makan dan main sebentar di flat yang kami sewa, kami beranjak ke East Coast Park yang berlokasi dekat Changi Airport. East Coast Park adalah taman nasional Singapura yang memiliki berbagai sarana rekreasi yang sangat tertata rapi. Konon katanya, pemerintah menghabiskan S$18juta untuk membuat fasilitas publik tersebut. Dan tiket masuknya? Tidak ada – alias gratis!

Di dalam East Coast Park, ada Marine Cove Playground yang sungguh besar dan lengkap. Varian permainannya terbagi mulai dari yang membutuhkan ketangkasan fisik, seru-seruan saja seperti ayunan, sampai yang canggih ala-ala ding dong namun tetap ‘memaksa’ anak untuk bergerak. Intinya, semua mainannya edukatif! Marine Cove Playground ini sudah bisa dimainkan oleh anak usia 3 tahun keatas. Bonusnya? Ada pantai, persis di sebelahnya! Namun hati-hati ya Moms – karena pantainya pantai buatan, ombaknya sangat bergulung dan pantainya pun curam, sehingga tidak disarankan untuk renang disana. Bermain pasir saja sudah cukup menyenangkan, kok, karena pantainya sangat bersih dan pasirnya pun halus sekali. Setelah makan, teman-teman bisa mengajak anak-anak makan besar di McDonald’s atau snacking di Coffee Bean and Tea Leaf yang terletak tak jauh dari sana.

Oia, penginapan yang kami pilih kali ini adalah AirBnb di daerah River Valley Rd, berlokasi sekitar 5 menit naik mobil dari Orchard Rd. Pro dari lokasi ini adalah fasilitasnya – ada mesin cuci sekaligus pengering berkualitas baik disana, serta dapur dan kulkas yang memadai untuk memasak bekal dan panganan sehari-hari. Apabila mendapat kamar berjendela utama seperti kami, anak-anak juga bisa menghibur mereka sendiri dengan hiruk-pikuk mobil yang works better than TV, kalau di Athar dan Bhamas. Selain itu, flat ini juga hanya berjarak 6 menit jalan kaki dari FairPrice, supermarket 24 jam yang bisa menjadi pertolongan pertama saat membutuhkan apa saja. Satu-satunya nilai minus yang dimiliki AirBnb ini adalah tangganya yang cukup tinggi saat masuk, tanpa adanya ramp. Apabila tidak ada Ayah-Ayah yang membantu Bunda mengangkat stroller, ini akan jadi masalah yang cukup besar. Link AirBnb nya ada di halaman berikut.

Beberapa poin penting yang harus diperhatikan saat traveling di Singapura bersama anak:

  • Singapura mewajibkan setiap anak yang menggunakan transportasi online (non-taksi) untuk menggunakan car seat. Jadi saat mengorder Uber, misalnya, pastikan teman-teman memilih Uber Car Seat. Ini artinya, teman-teman yang membawa lebih dari 1 anak tidak disarankan memakai transportasi online – seperti saya, kemarin kami memilih untuk unduh aplikasi Comfort-DelGro untuk mengorder taksi konvensional sebagai opsi transportasi kami.
  • Apabila membawa dua anak, lebih baik gunakan tandem stroller daripada yang satuan. Meski berat, ini dapat membuat siapapun yang tidak mendorong stroller lebih leluasa bergerak untuk apapun kebutuhan lainnya. Karena tidak digunakan on a daily basis, kami menyewa stroller kami di Babyloania.com.
  • Beberapa anak lebih senang makan dengan nasi putih, dan tidak banyak restoran di Singapura menyediakan nasi putih biasa – mostly nasi lemak atau yang berbumbu. Apabila menggunakan AirBnb seperti kami, teman-teman dapat membuat nasi dan memasak lauk sendiri. Pastikan rice cooker ada dalam fasilitas AirBnb – namun bila tidak, saya biasanya membawa rice cooker berukuran mini yang dijual di pasaran. Ini sangat memudahkan hidup kami!
  • Satu lagi yang paling penting ketika traveling bersama anak, di Singapura atau dimanapun: selalu beri pijakan kepada mereka tentang urutan kegiatan yang telah direncanakan. Gunakan bahasa yang sederhana, namun presisi. Ini akan membantu anak membangun mood serta menyiapkan mereka untuk apapun yang akan menyambut di menit-menit berikutnya.

So, bagaimana menurut teman-teman? Kalau ada yang punya pertanyaan atau cerita tentang perjalanan ke Singapura-nya, monggo banget isi kolom komentar di bawah, yaa! Saya juga tengah mempersiapkan vlog lengkap perjalanan ini. Soon 🙂

 

Cheers,

4 Comments

  1. Raden Prisya

    Bu Nike, thanks for stopping by :* Jadi sebelum melakukan perjalanan, biasanya aku akan melakukan pijakan – mudahnya, panduan perjalanan. Contoh kalimat yang aku berikan waktu perjalanan ke airport: “Athar, Bhamas, kita sekarang menuju ke Singapore, ya! Urutannya nanti seperti ini: setelah sampai, barang akan diperiksa dan kita akan masukkan koper ke dalam pesawat. Kemudian, kita makan – Mas Athar dan Bhamas makan bekal yang sudah disiapkan ya, lalu kita tunggu panggilan untuk masuk pesawat. Selama menunggu, Athar dan Bhamas bisa main mobil dan lego yang sudah dibawa.”

    Itu sekedar contoh pijakan awal – selalu diberikan sebelum berkegiatan. Nah kalau sudah mulai nggak sesuai dengan aturan, kita bisa kasih pijakan lagi untuk mengingatkan mereka aturan yang sudah disepakati. Aturan juga harus kita kasih sebagai pijakan awal. Dan pada saat anak sudah keliatan ‘lupa’, kita bisa tanyakan dulu: “Apakah perlu diingatkan aturannya tadi?”

    Demikian Bu Nike. You can always whatsapp me soal ini lho, btw.. haha!

    Like

    1. Raden Prisya

      Thank youuu.. Iya, tapi ini krn ada Children’s Biennale aja sih Mbak sampe tanggal 8 Oktober – biasanya juga aku nggak pernah kesana sama anak-anak. Yet still, aku kayanya akan ke yg deket2 dulu sampe berani bawa mereka long haul flight kaya dirimu 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s