A Picture is Worth a Thousand Words

Sedikit kilas balik menuju waktu saya dan Adid merencanakan second honeymoon kami ke Jepang.

Kami membeli tiket promo sekitar bulan Oktober tahun lalu, saat maskapai seakan berlomba-lomba memberikan tiket termurah ke Jepang. Kami – tepatnya saya – tidak banyak berpikir; yang ada di kepala saya hanyalah, oh God, we need this! Lima setengah tahun kami menikah, ada banyak sekali yang telah kami lalui. Sepulang honeymoon terdahulu, saya hamil Atharjahja. Tak lama kemudian saya mengalami Post-Partum Depression yang bertahan hingga hampir empat tahun lamanya. Namun bandelnya, kami malah ingin memberikan adik untuk Athar. Kenapa saya setuju? Karena masa-masa anak saya bayi terasa begitu berat. Saya ingin 2 anak, namun saya ingin masa-masa pasca melahirkan itu berlalu – tanpa saya tahu bahwa saya mengalami depresi postpartum.

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_153

Saat hamil Bhamaskaja, kami melaksanakan pembangunan rumah dan juga mengisinya, dilanjutkan dengan pindah-pindahan yang sungguh memakan waktu dan tenaga. Masih tiga tahun pertama, namun kami benar-benar jungkir balik. Belum lagi hambatan-hambatan yang saya alami ketika merintis Matroishka.

Dan tak hanya sampai disana – tak lama setelahnya, mertua saya meninggal dunia dan tak lama disusul oleh berpulangnya Ayah saya sendiri.

Kami ingin sekali mengajak anak-anak kami bepergian ke tempat-tempat indah yang tergolong cukup jauh – namun satu setengah jam saja di pesawat, biasanya Athar sudah gelisah. Saya dan Adid sepakat untuk menunggu sekitar dua atau tiga tahun lagi untuk mengajak mereka ke tempat-tempat indah saat mereka sungguh-sungguh dapat menikmatinya.

Inilah mengapa sewaktu harga tiket promo yang memang jauh lebih rendah dari harga normal itu terpampang di hadapan, saya segera mengetik nomor kartu kredit tanpa terlalu berpikir panjang. Sempat terpikir tentang bagaimana anak-anak saya nantinya tanpa kehadiran saya, satu minggu lamanya. Apakah Ibu saya bersedia menemani mereka sepenuhnya? Atau mungkin Kakak Ipar saya? Apakah mereka akan baik-baik saja? Sempat saya panik, sementara kartu kredit sudah terlanjur di-charge!

Ternyata Ibu saya dengan senang hati mempersilakan saya berangkat. “Don’t worry lah kalau anak-anak,” ujarnya pada waktu itu. “‘kan ada Ninda (panggilan anak-anak untuk Ibu saya) -nya!”

Jujur, saya memang jarang sekali menitipkan anak pada orang tua. Hampir seharian biasanya anak-anak berada di sekolah, kemudian saya temani di rumah hingga waktu tidur. Tak lebih dari dua kali dalam seminggu, ada waktunya saya pergi malam untuk training acara-acara startup atau sekedar menyelesaikan pekerjaan yang membludak.

So I guess everything is under control.

Saya tidak menulis ini untuk berbagi itinerary, akan ada post lain untuk itu. Yang ingin saya ceritakan adalah bagaimana saya mengunduh foto pre-wedding enam tahun yang lalu, dan hasil foto dari sesi yang saya lakukan bersama Sweet Escape di Kanazawa sewaktu pergi bersama Adid kemarin – dalam satu hari yang sama. Disinilah kami melihat, jarak lima tahun perbedaan kami sebagai pasangan bisa membuat sebuah renungan dan juga refleksi.

Sebenarnya foto pre-wedding itu datang karena sesuatu yang saya lakukan beberapa hari sebelum berangkat. Komputer saya crash dan foto-foto pre-wedding saya bersama Adid Nugroho hilang. Fotografer pun dihubungi – untungnya ia masih menyimpan foto-foto kami. Dikirim sesaat setelah saya take-off ke Tokyo, saya baru bisa mengunduh setelah kembali ke Jakarta.

Dan setelah anak-anak kami beranjak tidur, kami mengunduh kedua folder tersebut dan membukanya bersama.

Here’s us on 2010:

_MG_0267b

_MG_0217a

_MG_7695b

Menurut kami? We were so young, so reckless – and so SKINNY! Tidak banyak berpikir. Waktu itu kami hanya ingin segala sesuatu yang hip, tanpa memikirkan content-ness. We barely know what marriage is all about.

And here’s us, on 2017 – or view the full album here http://bit.ly/2moiEFy:

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_30

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_12

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_68

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_14

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_94

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_143

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_25

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_33

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_149

prisya_arristy_ratnasuri-kanazawa-s1_117

Saya melihat perubahan. Explosion yang menjadi patience. Kami lebih banyak bernafas dan mengalir bersama kehidupan – percaya kemanapun ia membawa kami dan menyiapkan diri untuk sejuta pilihan.  Dan pada akhirnya, I saw friendship. Kami bersahabat. Berteman. Saling menemani dan menerima. Merasakan pendewasaan dan melihat pasangan kami tumbuh, and feeling actually okay with it.

We went through life’s ups and downs together, and it will keep going that way.

Dan sekali lagi apabila ada yang bertanya, “Apakah second honeymoon itu perlu?”

Saya akan jawab, ya. Karena pada akhirnya hanya akan ada kita bersama pasangan – kitalah akar dari anak-anak kita, yang akan menentukan apakah mereka bahagia – atau tidak.

Terima kasih untuk kru foto pertama di Bandung, Krisna Satmoko dan Marina Tasha Avianty, juga foto kedua, Keiko Kosaka dari @wacamera / Sweet Escape Photography. We truly treasure all of these 😉

 

Cheers,

Slide1

4 Comments

  1. fettyasihta

    So lovely!! :’)

    Awal2 punya anak kaya sekarang seakan lupa hal yg lain, boro2 pengen honeymoon yg ada rempong ngurus si bocah hahhaha. Hopefully bisa kaya kamu juga, second honeymoon setelah anak bayi ini gedean. 😀

    Thank you for sharing yaaa :*

    Like

    1. Prisya

      Fetty, thanks for stopping by! Haha iya banget… dirasa-rasa sih kayanya bisa aja ‘survive’ tanpa honeymoon kedua. Tapi once it’s done, akan banyak sekali yang akhirnya ‘terkuak’. Pastilaaah bisa nanti tunggu Enzo gedean atau perhaps setelah punya adek biar bisa nemenin? Hahaha :p

      Like

  2. Astrie K.

    My favorite couple.
    Enggak pernah bosan lihat foto-foto ini dan suka sekali sama bahasa tubuh kalian.
    The gesture told the story deeper than words could’ve ever done.
    And I’m jealous, hahahaha. Jadi pengen punya foto-foto kayak begini :))

    Heart you both :*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s