Rumah Saya Mungil, Tapi Alhamdulillah Muat-Muat Aja.

img_20161127_065302
Ruang tamu dan sebagian ruang keluarga.
img_20161127_070447
Sederet pajangan di ruang keluarga.
img_20161127_073059
Bekerja dimana saja, kapan saja.

Rumah saya kecil, tapi Alhamdulillah muat-muat aja.

Pertama kali saya mendapatkan tanah yang menjadi asal-muasal rumah saya, rasanya tidak percaya. Bagaimana tidak? Tanah yang saya beli itu memiliki luas hanya 105m2 – sungguh luas yang saya impi-impikan, di antara tanah-tanah tanpa bangunan lain yang biasanya besar sekali luasnya. Entah mengapa sejak kecil dulu, saya bercita-cita memiliki dua rumah. Yang pertama, rumah kecil dengan dekorasi yang luar biasa menarik. Dan yang kedua, rumah besar yang memiliki 10 kamar.

Alhamdulillah, rumah mungil dengan dekorasi menarik (setidaknya menurut saya, hahaha!) sudah saya miliki. Tinggal rumah besar dengan 10 kamar ya, berarti? 😛

Setelah mendapatkan tanah tersebut, saya segera menghubungi kerabat saya yang memiliki biro arsitektur. Saya memanggil mereka Uni Adis dan Uda Riza, yang telah lama merintis sebuah biro yang mereka sebut PT Dagsa Pratama. Mereka menciptakan sebuah denah yang menurut saya sangat sesuai dengan apa yang kami butuhkan. Rata-rata rumah yang didesain oleh cluster-cluster kekinian yang marak di zaman sekarang, mereka tidak memiliki dapur kotor yang bersifat service area, atau bisa dibilang bisa menjadi sangat berantakan sewaktu-waktu.

Dengan lebar tanah hanya 7 meter dan panjang 15 meter, Uni Adis dan Uda Riza berhasil menempatkan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, 2 dapur (dapur bersih dan dapur kotor), ruang keluarga, ruang tamu, ruang kerja dan perpustakaan, serta area cuci dan asisten rumah tangga yang memadai. Hebat? Menurut saya, ya, mereka hebat! I thank them so much for it!

img_20161127_065510
Ruang makan dan pantry.

Selain peran besar dari Uni Adis dan Uda Riza, saya juga sangat banyak dibantu oleh Mbak Diana Nazir dan Mbak Hera Permanasari dari Artura Insanindo. Saya mengenal mereka dari Indra Febriansyah, rekan saya saat masih bekerja di MRA Media selepas kuliah dulu.

Mbak Diana dan Mbak Hera mencerna dengan sangat baik mood board yang telah dibuat, dan menyarankan untuk menggunakan kayu warna putih gading untuk semua built-in furniture yang dipasang. Kayu warna tersebut dapat memberikan kesan luas untuk ruang-ruang di rumah yang relatif kecil, serta memberi banyak aksen kaca di antara furnitur tersebut.

Meskipun saya sendiri adalah alumni jurusan Desain Interior di FSRD ITB-Bandung, tapi jujur, rasanya membuat desain furnitur beserta gambar kerjanya memang simply isn’t my thing! Semua teman-teman sekelas saya pun menyebut saya salah jurusan. Namun tak serta merta saya tidak memiliki andil sedikipun saat berkaitan dengan dekorasi rumah saya. Semua elemen dekoratif yang terpasang di rumah kami berasal dari saya dan keluarga. Aspek child-proof juga menjadi pekerjaan rumah saya yang terbesar. Kami juga tidak menggunakan wallpaper sedikitpun, namun tetap memakai aksen warna di tembok-tembok tertentu untuk membuat tampilan interior rumah terlihat lebih cantik.

Artinya? Sehebat apapun arsitek atau desainer interior rumahmu, you need to have your personal touch in it. Apalagi yang akan memberi rumahmu ‘nyawa’ kalau bukan penghuninya?

Dengan luas hanya 105m2, Alhamdulillah, rumah kami muat-muat aja diisi oleh saya, suami, 2 anak laki-laki yang kerjaannya lari-lari, serta 2 ART. Dalam arti muat untuk mengajak teman-teman berkumpul, muat untuk Athar dan Bhamas bermain dengan teman-teman kompleks, muat untuk meletakkan barang-barang kami yang aujubile banyaknya, dan muat untuk menambah pajangan hasil hunting ketika jalan-jalan yang rasanya tidak ada habisnya.

img_20161127_070020
Bhamaskaja di ruang bermain dan perpustakaan.

screenshot_20161127-100156Dan menurut saya, ini bukan soal luas rumahnya. Tapi lebih ke bagaimana kita menyikapi area yang kita miliki, dan memanfaatkannya sebaik dan seefektif mungkin.

Semua furnitur built-in yang terpasang dibuat setinggi langit-langit untuk memaksimalkan tempat penyimpanan, laci tersembunyi pun kerap dibuat untuk memberi ruang ekstra tanpa memakan banyak tempat – mungkin ini bisa menjadi tips yang berguna untuk teman-teman yang memiliki rumah mungil seperti saya.

Saat membahas tentang rumah, tentunya takkan cukup dalam satu artikel saja. Ulasan tentang tata ruang, pencahayaan, child-proofing, dan lainnya akan saya bahas di post-post berikutnya. Ikuti Instagram @casa.kaja apabila kamu tertarik dengan inspirasi dan tips lainnya mengenai home and living, atau @_radenprisya if you want to know more about other stuff as well.

Cheers,

Slide1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s