Baby-Led Weaning, atau Tidak?

Saya adalah seorang Ibu yang mengikuti cara Baby-Led Weaning (BLW) sebagai cara untuk memberi makan anak. 2 anak, dan saya sangat menyukai bagaimana BLW bekerja. Jujur, ada kalanya anak saya disuapi. Namun setidaknya, saya memilih untuk memperkenalkan makanan pada anak dengan cara BLW di masa-masa pertama kali anak mengenal makanan. Di mata saya, BLW dapat menanamkan sebuah cara pandang terhadap makanan yang saya rasa tepat di mata anak.

Sekali lagi, ini semua hanyalah insight, sebuah gambaran. Saya yakin, setiap Ibu tahu yang terbaik bagi anaknya.

2016-07-09 06.46.02 1

Processed with VSCO with s2 preset
Athar, 8 bulan.

Untuk memudahkan pemahaman, saya akan menjabarkan penjelasan saya tentang BLW dalam beberapa poin.

Apa sih BLW itu? Baby-Led Weaning, atau apabila diterjemahkan berarti, “Penyapihan yang Dipimpin oleh Bayi”, berarti cara memberi makan anak yang berorientasi pada si bayi dalam semua prosesnya. Kita membiarkan bayi mempelajari sinyal lapar dan kenyang di tubuhnya, membiarkan ia mengeksplorasi makanan (termasuk makanan padat) dengan kedua tangannya sendiri, dan membiarkannya mencoba table food atau makanan yang kita makan. Mudahnya, kita membiarkannya makan sendiri dengan menu makanan yang dimasak untuk seluruh keluarga. Dokter spesialis anak saya, Dr. Hinky Satari, pernah berkata bahwa alat cerna anak usia 6 bulan sesungguhnya telah mampu mencerna makanan padat, hanya organ pengunyahnya saja yang belum betul-betul siap. Disinilah tugas kita untuk membantu anak bisa ‘mengunyah’ makanannya saat memulai BLW. Caranya? Silakan pahami lebih dulu prinsip-prinsip dasarnya, yaa.

Nggak keselek? Ini pertanyaan yang paling banyak diajukan saat seorang Ibu tengah memikirkan anaknya akan menganut BLW atau tidak. Saya akan berbicara tentang sesuatu yang disebut dengan gag reflex. Pernah mencoba memasukkan jari jauh ke dalam mulut hingga merasa ingin muntah dan refleks membua mulut sambil mengucap ‘hoek’? Itulah yang disebut gag reflex. Untuk kita orang dewasa, gag reflex akan muncul saat sesuatu yang dianggap tubuh ‘berbahaya’ telah sampai jauh di bagian belakang lidah. Sementara pada bayi, titik memunculkan gag reflex ada di lidah bagian tengah mendekati depan. Artinya? Saat ia terlihat seperti akan tersedak, sesungguhnya makanan masih berada di atas bagian depan lidahnya. Saat bayi melakukan gag reflex yang perlu kita lakukan adalah memastikan ia duduk tegak, sehingga makanan pun akan terdorong ke depan dengan sendirinya.

Manfaat BLW? Anak akan mengerti ‘enaknya’ makan. Ia bisa memilih dan menikmati apa yang memang ia sukai. Saat ia menyukai satu jenis makanan, ia akan senang saat menemui makanan itu lagi. Bentuk dan warna makanan yang menarik dan kesempatan eksplorasi bentuk dan tekstur makanan yang didapatnya akan membuatnya melihat proses ‘makan’ sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Sekarang anak-anak saya sudah beranjak besar (Bhamas 2 tahun, Athar 4 tahun). Apakah manfaat BLW masih terasa? Saya akan jujur, anak-anak saya pun pemilih saat berinteraksi dengan makanan. Bahkan Athar tidak menyukai sayur dan buah (seperti Ibunya :D). Namun mereka menganggap makan adalah suatu kegiatan yang menyenangkan – mereka antusias saat melihat makanan. Meski terkadang disuapi, mereka paham kapan mereka lapar dan kapan mereka kenyang. Ada kalanya mereka mencomot sendiri makanan yang mereka sukai dari piring saji saat kami makan bersama. Gadoin ayam. Gadoin ikan. Dan saya? Bahagia, tentunya 🙂

Next, saya akan berbicara tentang tahapan awal yang perlu dilakukan saat akan memulai BLW. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya!

 

Cheers,

Slide1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s