Former Fat Girl Secrets – Part 1

Ada beberapa teman yang sempat bertanya bagaimana saya tetap memakai ukuran XS untuk baju dan S untuk celana setelah memiliki 2 anak balita. Saat ditanya seperti itu, jujur saja saya malah ingin tertawa. Justru karena memiliki 2 anak balita, laki pula, ukuran saya bisa tetap ‘segini’. Namun memang, pada dasarnya saya memiliki pola makan dan olahraga yang sudah saya tetapkan dalam porsi saya sendiri. Karena pernah memiliki pengalaman mencoba berbagai macam diet (yes, I used to be fat! Puncaknya, 65kilo sewaktu saya kuliah :D) sewaktu SMA dan kuliah dulu, akhirnya saya menemukan pola makan yang paling cocok dalam porsi saya sendiri.

Dalam porsi saya sendiri. Kata-kata ini penting sekali. Tetaplah membaca untuk tahu lebih lanjut soal ini.

Saya akan memberi sebuah contoh kecil: saya sedang dalam kunjungan kerja ke Singapura. Makan enak? Harus dong. Menurut saya, diet sewaktu berada di luar kota tempat tinggal kita itu nggak masuk akal.

Semakin seseorang menikmati apa yang ia makan, semakin terjaga ukuran tubuhnya.

Selama disini, saya memilih untuk makan makanan yang tidak saya temui di Jakarta. Suasana yang berbeda. So here’s what I had:

Antipasti Platter di Jones The Grocer

Sarapan: Mango Parfait dan Hot Mocha di Starbucks Coffee

Makan Siang: 1 Porsi Classic Wagyu Burger dengan Kentang Goreng & Salad, serta Antipasti Platter berisi zaitun dengan cabai, keju ricotta, salmon asap dan beraneka roti. Porsinya BESAR SEKALI, jadi kedua makanan ini saya bagi dengan teman-teman saya. Minumannya, saya memilih jus wortel dan jahe.

Makan Malam: Karena banyak berjalan dan wara-wiri soal pekerjaan, saya memilih membeli buah di supermarket dekat hotel dan makan Kiwi dengan Yogurt untuk makan malam.

Sekarang, saya akan bertanya. Menurut kalian, apakah saya sedang diet? Apakah saya ‘berusaha’ menjaga makan? Karena menurut saya, saya makan banyak sekali.

Meskipun saya terlihat seperti makan ‘makanan diet’, sesungguhnya bahkan saya tidak terlalu memikirkannya. Saya kenyang. Saya happy. Tidak ada batasan. Tubuh saya pun senang. Saya merasa sehat.

Beberapa printilan yang kemarin saya dapatkan di Holland & Barret dan Vitakids Singapore.

Ok. So I prefer to keep this short and sweet. Intinya – jangan pernah membentuk pola pikir bahwa kita sedang ‘diet’ atau ‘program’ atau apapun namanya. Apabila saya membeli minuman pengganti sarapan Precision Breakfast Whey atau teh detox dari Dr. Stuart’s, atau suatu hari saya ingin ikut katering diet mayo, itu karena saya memang ‘ingin’. Kalau saya makan buah setiap makan malam, itu pun karena saya memang ‘ingin’. Ini sangat penting!

Kenaikan berat badan saya yang signifikan dimulai dari SMP, lalu saya menyadari betapa sempit celana saya dan akhirnya mulai mencoba akupuntur dan tidak makan nasi.

Berhasil? Ya, selama 1 bulan. Kemudian saya puyeng dan malah naik 5 kilo lebih banyak dari sebelumnya. Saya pun mencoba teknik diet lain, dan hal seperti tadi terus terjadi hingga puncaknya saya melonjak sampai 65kilo.

Dan pada saat saya berhenti berpikir macem-macem, berat badan saya pun berangsur turun. Ini juga yang terjadi setelah saya menurunkan 20 kilo berat pasca melahirkan anak pertama saya. Saya hanya ingin sehat, fit, dan juga kenyang pada saat yang sama.

Willing to try to do the same and see the difference?

IMG_20160822_103841

Cheers,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s