Terlahir Kembali

Selamat pagi, Dunia!

Alhamdulillah, setelah 5 tahun hibernasi panjang karena menikah, hamil, melahirkan, menyusui, kemudian hamil lagi sambil menyusui, kemudian melahirkan lagi, hingga akhirnya menyapih anak kedua…

Akhirnya saya siap untuk kembali melakukan hal-hal yang saya sukai. Hal-hal yang selama ini telah menjadi bagian dari setiap sel saya. Banyak hal yang terpaksa harus berhenti, tak sengaja terhenti begitu saja, karena saya memiliki sebuah prioritas besar yang tak dapat saya hindari.

Menjadi Ibu.

Ya, menjadi Ibu.

Mungkin hal ini terlihat sepele di mata orang lain. Banyak kok, Ibu-Ibu lain yang tetap bisa menjadi dirinya sendiri dan melakukan hal-hal yang tetap dilakukannya semasa lajang saat ia telah menjadi Ibu. Namun saya? Buat saya, itu mustahil. Mungkin manajemen waktu dan perasaan saya memang kurang baik, ya?

Sewaktu saya bertemu dengan suami saya Adid Nugroho, tiba-tiba saja saya siap menikah. Mengenalnya cukup satu bulan lamanya, saya iya-iya saja sewaktu ia mengajak saya menikah dan berumah tangga. Bodoh? Mungkin. Waktu itu karir saya sedang menunjukkan potensi sangat baik, tapi masih jauh dari puncak. Saya pikir, mengapa tidak? Rasanya karir akan tetap bisa berjalan dengan baik. Tentu saja saya bisa berkeluarga, punya anak, dan punya karir gemilang. Begitu, bukan?

IMG_4753
IMG_4755

Ternyata saya terlalu optimis. Di bulan pertama saya menikah, saya hamil. Sembilan bulan yang penuh rasa pusing dan mual—ya, saya bukan wanita yang ‘srikandi’ saat hamil. Sungguh, saya letoy.

Akhirnya saya mengorbankan jabatan saya sebagai Redaktur Mode di Majalah Dewi. Dunia fashion yang saya cintai saya tinggalkan begitu saja. Dalam hitungan hari, tiba-tiba saya berubah dari si fashion stylist yang langganan semua event dan press rack terbaru, jadi Ibu Rumah Tangga yang tengah menanti kelahiran anak pertama. Dan paling buruknya, sehari-hari saya hanya nonton Star World sambil ngemil martabak.

Ditambah lagi, masa-masa awal menyusui anak pertama saya yang luar biasa menyiksa. Anak saya menderita tounge-tied dan menyebabkan saya luka hingga tingkat 4. Agak bingung dengan istilah saya? Mudahnya seperti ini… apabila menyusui bisa membuat luka, tingkatnya adalah tingkat 1 hingga 4. Dan ya, luka saya tingkat 4.

DSCF5562

Namun, saya percaya di setiap kejadian ada hikmah yang tersembunyi. Saya melihat betapa besarnya dedikasi seorang perempuan saat ia memilih untuk menyusui. No offense, saya pun dulu hanya ‘kena’ ASI hingga 40 hari kok, dan saya baik-baik saja J Namun, pengalaman pribadi saya membuat saya sadar bahwa saya ingin mendukung wanita yang memilih untuk menyusui, dengan cara saya.

Dan disanalah terlahir Matroishka.

IMG_7335

Awalnya, saya sempat merasa Matroishka ini uncool. Who would’ve bought nursing apparel, anyway? Tapi kemudian hati saya makin mantap. Ini bukan lagi masalah keren atau nggak keren. Ini masalah hati saya yang sudah memilih dan bersuara untuk mendukung para Ibu Menyusui supaya tampil stylish. Se-stylish apa yang bisa ditampilkan fashion editorial yang pernah saya buat dulu. Se-ekspresif tulisan-tulisan ulasan runway yang pernah saya tulis dulu. Se-percaya diri tampilan yang harus saya berikan saat mewakili majalah tempat saya bekerja saat saya menjadi perwakilan untuk apapun namanya. Bisa saja saya membuat lini reguler, namun saya teringat kata-kata kakak kelas saya di SMP Al-Izhar dan SMA 70 dulu, Fika Fauzia, yang sekarang merupakan asisten Ibu Menteri Susi Pudjiastuti.

“Fokus saja Prisya, somebody has to take care of the Mother.”

Dan yang paling penting, membuat mereka mampu untuk menemukan diri mereka yang baru. Karena bagi saya, motherhood is a total discovery. It’s about you, discovering a better version of yourself.

Mungkin saya memang jatuh cinta dengan yang namanya motherhood. Menarik? Sangat.

DSCF5680

Dengan segala kerepotan saya mengurus 2 anak balita dan Matroishka yang akhirnya menjadi ‘anak ketiga’ saya, saya bersyukur. Semua ups and downs yang saya alami di masa-masa awal saya menjadi Ibu, tentu itu semua yang membawa saya menuju saat ini. Mungkin, memang ini diri saya yang baru. Diri saya yang (mudah-mudahan) lebih baik.

Pada setiap turning point, tentu ada sebuah momen penting yang terjadi. Dan dalam kasus saya, bangun dari hibernasi ini terjadi saat saya menghabiskan waktu selama 12 hari di Spanyol, meninggalkan anak-anak dan suami saya di rumah. Alasannya sederhana, suami saya ingin saya jalan-jalan dan ‘rehat’ setelah menyusui 2 anak selama 4 tahun berturut-turut. Ia juga ingin bonding time dengan anak-anak, katanya. Dan tiba-tiba saja di saat yang sama Ibu dan teman-teman saya mengajak berlibur bersama.

Actually, Spain is about another story. Yang penting, kini saya sudah bangun. Saya sudah terlahir kembali.  Saya sudah siap kembali melakukan apa yang saya suka. Salah satunya? Menulis blog. Memotret momen-momen menarik dalam hidup. Be in the moment. Ya, terima kasih, Anda sedang membaca tulisan blog pribadi (yang benar-benar) saya setelah 5 tahun lamanya!

DSCF5270

This blog isn’t about sugar, spice, and everything nice. It’s more about womanhood—growing up, responsibility, creativity and self-acceptance. And this ISN’T just about me. This is about every woman in the world. About new Mothers who are happy, who are struggling, or else still questioning about who they really are.

spain

Bismillah. Please enjoy RADENPRISYA – TheBlog 🙂

 

Love,

Slide1

19 Comments

  1. nike

    kita mirip yaaa. ketemu pacar, lalu entah kenapa mantap aja nikah dengan dia meski belum lama kenal. lalu baru sebulan nikah hamil :)) sempat sangat shocked karena selalu terbiasa dengan plan dan dari sebelum nikah sudah wanti-wanti kalau baru mau hamil pas udah 6 bulan nikah. tapi kenyataan berbeda dengan rencana. stres? iya, karena merasa nggak dapat waktu untuk menyusun dan mengejar apa yang aku rencanakan. rasanya maraton sekali. pacaran-nikah-punya anak. dan terus bekerja. lelah fisik dan psikologis. BUT now I’ve realized that everything happened for a reason. like seriously a reason..or perhaps these moments forced me to push myself so I could step up to another level.
    itu juga salah satu alasan membuat living loving. karena butuh kanal yang memang akan menjadi tempat aku mengekspresikan dan berbagi apa yang menjadi minatku. dan rasanya sudah saatnya membuat sesuatu yang memang dari diri sendiri. sudah cukup bekerja, dan cukup beruntung, di bidang yang memang disukai.
    keep on sharing, neng prisya. xx

    Like

    1. Prisya

      Nikeee… so good to know that I’m not alone. Yet I seriously think you’ve done an awesome job in Living Loving, as a Mother, and also as yourself. You’re one of the Mothers I really feel inspired by. Semoga kita terus bisa menginspirasi banyak orang ya 🙂

      Like

  2. Gita

    Aku terharu banget bacanya. A nicely written piece by a fellow mother; it warms my heart to be able to read what’s inside your head. Keep writing Pipi dan tetap semangat untuk keluargamu! You owe me one coffee sesh 🙂 xo

    Like

    1. Prisya

      Ka Gitaaa thank u so much for being here now make one of the very first responses! Really hope we could meet up sebelum Ka Gita berangkat ke Aussie. Berkabar yah, xoxo

      Like

  3. diani

    looove the writings Pipi :* same like me, gw pun masih berusaha meniti jalan kembali dan berusaja menyeimbangkan kehidupan jadi ibu serta kegiatan yang gw suka. selamat terlahir kembali Pi, all the best luck!

    Like

    1. Prisya

      Terima kasih Di! Semoga kamu juga bisa ketemu jalan tengah yang paling nyaman antara motherhood dan diri sendiri ya, best of luck for you too 🙂

      Like

  4. Alya

    Prisyaaaa, tulisan lo menyuarakan suara hati gue sekaliii ? Hopefully i could balance motherhood dan daily routines kembali in no time sepertimuu, secara setahun ini hanya urus bayi aja meninggalkan pekerjaan (idk how working mothers with babies have the skill to do thatt, i just can’t ?) dan me time ?

    Keep writing and inspiring, prisya!

    Like

    1. Prisya

      Al terima kasih for stopping by! Semoga cepat kembali yah all the glitz and balance you used to have.. tp trust me it will be back sooner or later kok 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s